Nama kelompok:
1.sulistio wibowo
2.wisnu
3.eni wijayanti
4.dihayu iftahul jannah
5.rika lilis sukaisih
Sistem Kontrol Dan Monitoring
Pada dasarnya,sebuah sistem monitoring melakukan proses pengumpulan data mengenai dirinya sendiri danmelakukan analisis terhadap data-data dengan tujuan memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki.Meskipun terdapat berbagai alas an untuk memonitor jaringan,tetapi terdapat dua alas an utama dalamsistem kontrol dan monitoring yaitu memperkirakan perubahan untuk masa depan dan mendeteksi perubahanyang tak terduga pada jaringan.Secara garis besar tahapan dalam sebuah system monitoring terbagi dalamtiga proses besar,yaitu proses dalam pengumpulan data monitoring proses didalam analisis datamonitoring,dan proses didalam menampilkan data hasil monitoring.
1.Dasar
dasar Sistem Kontrol Monitoring JaringanProses dalam analisis data dapat diwujudkan dalam pemilihan data dari sejumlah data yang telahterkumpul atau pun manipulasi data sehingga diperoleh informasi yang di harapkan. Sumber-sumberdata dapat berupa network traffic, informasi mengenai hardware, dan lain-lain. Sedangkan tahapmenampilkan data hasil monitoring menjadi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusanterhadap system yang sedang berjalan berupa table,gambar,kurva,atau animasi.
2.SNMP(Simple Network Management Protocol) dan MRTG ( Multi Router Traffic Grapher).
Kebutuhan terhadap SNMP(Simple Network Manageme Protocol). pada sebuah system monitoringdisebabkan oleh kebutuhan pemerolehan data monitoring dari sumber daya computer lainnya. SNMPpada awalnya hanya di khususkan pada manajemen jaringan TCP/IP guna melakukan manajemeninformasi yang berkaitan dengan IP dan TCP seperti pengubahan dari IP address ke suatu alamatfisik, jumlah data incoming dan outging IP datagram, ataupun table informasi mengenai koneksi TCPyang mungkin terjadi.Namun selanjutnya, berkembang dengan memberikan support informasi padaberbagai protocol jaringan seperti DECNE,AppleTask, dan NetWare IPX/SPX.Sedangkan MRTG (Multi Router Traffic Grapher) sebagai aplikasi yang digunakan untuk memantaubeban. Sebuah protocol yang dirancang untuk memberikan kemampuan kepada pengguna untuk memantaudan mengatur jaringan komputernya secara sistematis dari jarak jauh atau dalam satu pusat kontrol saja.Pengelolahan ini dijalankan dengan menggumpullkan data dan melakukan penetapan terhadap variable.
A. Komponen Dasar SNMP
Sebuah jaringan yang dapat dimanage menggunakan SNMP pda dasarnya memiliki tiga komponen sebagaiberikut.
1.Managed Device
Sebuah managed device adalah sebuah node di jaringan yang berisi agent SNMP yang berada di jaringan yang dapat dimanage. Managed device akan mengumpulkan dan menyimpan informasimanajemen dan membuat informasi tersedia bagi NMS menggunakan SNMP.Managed devicekadang kala disebut elemen jaringan dapat berupa router dan akses server,switch dan bridge,hub,danhost computer/printer.
2.Agents
Agents adalah sebuah modul software network manajemen yang berada di dalam manageddevice.Agents ini mengetahui tentang informasi manajemen dan dalam menterjemahkan ke informasiyang kompatibel dengan SNMP.
3.Network-management System (NMS)
Aplikasi NMS menjalankan aplikasi yang dapat memonitor dan mengontrol managed device.NMSmemberikan resource memory dan prosesor yang dibutuhkan untuk manajemen network.Satu ataulebih NMS harus ada dalam sebuah jaringan yang dimanage.
B. MRTG
singkatan dari Multi Router Traffic Grapher (MRTG)Secara singkat , Multi Router Traffic Grapher (MRTG) adalah Tool yang berguna untuk me- Monitor traffic pada jaringan. MRTG pertama kali dibuat oleh Tobias Oetiker pada tahun 1994 dengan menggunakan protokol Simple Network Management Protocol (SNMP) 53 yang biasanya dimiliki oleh setiap Interface jaringan (antara lain hub, switch, router, network card atau NIC, access point,dan lain-lain). Pada saat itu, jaringan internet masih mempunyai sambungan internet dengan kecepatan 64 Kbps yang menghubungkan lebih dari 1000 komputer. Hal ini membuat user sangat tertarik untuk mengetahui keadaan status jaringan terutama pada router utamanya.
Program MRTG aslinya ditulis menggunakan bahasa script Perl yang menggunakan utilitas eksternal untuk mengambil data SNMP dan membuat gambar tipe GIF untuk tampilan halaman HTML. Ketika MRTG diumumkan pada tahun 1995, software ini menyebar dengan cepat dan banyak dipergunakan. MRTG menggunakan SNMP untuk mengirimkan request dengan dua Object Identifier (OID) ke peralatan yang digunakan. Peralatan yang menyediakan SNMP akan mempunyai Management Information Base (MIB) untuk melihat spesifikasi OID. Setelah mengumpulkan informasi, MIB akan mengirimkan kembali data yang dienkapsulasi pada protokol SNMP. MRTG mencatat data ini pada statistik (log) di sisi client bersamaan dengan data yang telah dicatat sebelumnya untuk peralatan yang digunakan pada jaringan.
Kemudian MRTG membuat dokumen halaman HTML berbentuk gambar yang menyediakan visualisasi secara langsung berisi sekumpulan grafik mengenai keadaan traffic jaringan. Keuntungan memakai Tool MRTG adalah dari faktor kesederhanaan dan fungsionalitasnya. MRTG bisa dikonfiguras ikan dengan mudah untuk memantau penggunaan bandwidth akan suatu interface yang mendukung SNMP dan juga bisa memantau peningkatan traffic dalam berbagai skala (harian, rata-rata setiap 54 lima menit) sampai skala tahunan. Dalam hal ini, user dapat dengan mudah melihat jika ada lonjakan traffic yang menandakan ada sesuatu yang tidak beres dalam jaringan. Keuntungan Sebenarnya keunggulan dari MRTG adalah dari faktor kesederhanaan dan fungsionalitasnya.
MRTG bisa dikonfigurasikan dengan mudah untuk memantau penggunaan bandwidth dalam suatu interface yang mendukung SNMP.Anda juga bisa memantau peningkatan traffic dalam berbagai skala (daily, rata-rata setiap 5 menit), sampai skala tahunan.Anda dapat dengan mudah melihat jika ada lonjakan traffic yang menandakan ada sesuatu yang tidak beres dalam jaringan.Adanya worm ataupun trojan yang biasanya mempengaruhi traffic upload dapat dideteksi dengan melihat grafik upload yang dihasilkan oleh MRTG.Integrasi dengan web server juga memudahkan Administrator untuk melakukan pemantauan dari jarak jauh, tanpa harus melalui proses otentifikasi.

